Minggu, 28 April 2013

HIP-HOP MENGUBAH KAWAN MENJADI KEKASIH



Sampai saat ini aku tetap tak mengerti mengapa kisah itu terjadi. Padahal hampir setahun kisah itu berlalu, aku dan dia yang note benenya temanan sejak semester satu kini malah terperangkap dalam kisah baru, satu kisah yang membuat semuanya berubah drastis. To the point saja, tak perlu intro lama-lama, sebut saja namanya Rhyme B.Chess, biasa ku panggil dia dengan nama Rhy. Dia adalah cewek yang paling istimewa, yang paling hebat, oke, centil pokoknya serba lebay. Dia adalah sosok yang sejak awal memaksa mata ini untuk fokus memperhatikan dirinya, ya.. seperti seorang beatmaker yang serius dengan pekerjaannya mengurus musik. Sehari tak melihat dirinya saja aku bagaikan minus one. Dia telah membiusku dengan pesonanya yang istimewa. Aku jatuh cinta padanya dan muncul harapan dia bisa merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan. Selanjutnya ku mulai coba-coba mendalami, mencari tahu profil tentang dirinya. Untung saat itu dia adalah teman kelasku, pada saat mengikuti kegiatan matrikulasi (feed back materi-materi dari SMA). Jadi aku tak perlu repot-repot untuk pekerjaan itu.
Saat itu aku berteman dengan Cello, satu-satunya teman yang kumiliki dan bisa kuharapkan. Cello adalah sahabat Rhy sejak SMA, dan ini adalah kesempatan yang sangat besar. Akan kumanfaatkan Cello sebagai narasumber. Trick Mossad pun maksimal kugunakan.
Siang itu, sehabis kegiatan matrikulasi aku diajak Cello ke asramanya di dekat kampus, permainanpun dimulai. Dengan iringan lagu Crawling yang paling kusukai, pembicaraanpun kami mulai dari hal-hal umum seputar dosen, teman baru, mata kuliah sampai ke urursan rumah tangga anak asrama yang rumit. Terus kugiring pembicaraan kami dari topik satu ke topik yang lain. Cello aktif bercerita.
“Cell, sepertinya kau kenal baik dengan Rhy.”
“Rhy? Oh, dia pacarnya teman saya waktu SMA. Kenapa?” bagai disambar petir siang bolong, aku betul-betul kecewa dengan jawaban itu, nadi ini seakan berhenti mengalirkan darah ke dalam tubuhku. Aku tak percaya bagaimana mungkin, ini mimpi atau apa, ternyata Rhy sudah punya kekasih.
“Mereka sudah pacaran sejak kelas II SMA, sampai sekarang mereka masih pacaran dan saling mencintai.” Tambah Cello padahal aku tak menanyakannya lagi. Untuk apa dia menjelaskan itu, sampai bilang mereka saling mencintai segala?
“Mereka sangat romantis, kisah cinta mereka seperti di film-film, asyik sekali.”
 Cukup!!! Cukup Cello, tak ada gunanya, itu Cuma buat dongkolku naik di siang bolong, kataku dalam hati.
“Walau begitu, ketika mereka berjalan bersama, mereka kelihatan biasa-biasa saja, soalnya teman saya itu, orangnya dingin minta ampun, kadang cuek bebek sama Si Rhy.”
“Ah yang benar saja?” tanyaku sedikit lega.
“Iya, memang begitu kisah mereka, lucu.” Lanjut Cello “Tapi.....bagaimanapun ceritanya mereka tetap saling menyayangi.”
Dasar Cello cerewet, gerutuku dalam hati. Kurasa sepertinya Cello mengerti perasaan hati ini dan ingin mempermainkannya. Awalnya, dijelaskan kisah cinta Rhy sangat romantis, tapi diceritakan lagi bahwa sang cowok kadang bersikap dingin dan endingnya mereka saling menyayangi. Apa-apaan itu? Aneh.
Adegan ini berakhir dengan khayalanku tentang Rhy  yang melayang-layang tak tentu arah. Banyak tanya melintas di kepala sampai akhirnya aku tertidur. Hmmm.....

* * * * *

Di kampus Rhy terus kuperhatikan gerak-geriknya, dia aktif dan ceria, penampilannya selaras dengan tubuhnya yang lumayanlah buat dibangga-bangga. Yang buatku tambah semangat adalah senyumannya, sungguh manis, kalau ia tersenyum. Tepat sekali proporsinya buatku semakin jatuh cinta. Walaupun masih bertepuk sebelah tangan, hati ini telah menjadi miliknya.
Tiap hari terapi pedekate terus kujalani, semakin hari semakin dekat. Terus kucari tahu jiwa cowok macam apa yang bersemayam dalam dirinya Rhy. Lagi-lagi sial yang kudapati, rasa cinta ini bakal bertepuk sebelah tangan selamanya. Rhy yang begitu kusayangi dalam taman khayalku ternyata jatuh cinta pada seorang senior.
“Chess, K’ Marshall tu baik ya orangnya?” kata Rhy pada satu kesempatan.
Tak kusambut pujian itu dengan baik. Memang senior ini baik pada kami, tapi mengapa Rhy harus jatuh hati padanya, mengapa??? Tak kutunjukkan rasa kecewaku pada Rhy. Dalam hati ada sedikit tanya yang melintas. Ku coba mengkaji-kaji cerita Cello dengan fenomena yang sedang yang kuhadapi, katanya Rhy sudah punya cinta sejati, tapi kini ia malah mengagumi sosok lain dan sepertinya Rhy ingin memilikinya. Siapa Rhy sebenarnya? Apa dia termasuk tipe cewek setia atau sebaliknya?
Akhirnya ku simpan saja perasaan cinta itu dalam hatiku. Kusadari bahwa aku masih memiliki cinta sejati yang tak seharusnya kukhianati. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun pun berlalu, akupun sudah tahu persis siapa sosok Rhy yang sebenarnya. Dia termasuk sosok cewek penggoda yang suka mempermainkan hati setiap pria yang kemudian dihempaskan begitu saja. Telah kucoba menghapus perasaan cintaku pada Rhy, tapi aku tak bisa. Setiap kali kuperhatikan dirinya, selalu saja ada getaran dalam dada. Kucoba untuk menghindar itupun tak bisa. Terus kucoba untuk menjauh, di dalam ruang kuliah ku pilih kursi yang paling belakang yang jauh dari Rhy. Akhirnya ku bisa melupakan perasaan cintaku padanya. Ku tak tahu lagi tentang dirinya. Kami saling menjauh dan kurang akrab satu sama lain, akupun tak tahu lagi tentang kisah cintanya. Semuanya menjadi dingin dan itu berlangsung cukup lama. Akupun merasa biasa dengan Rhy; sebatas teman kuliah seperti teman yang lain.

* * * * *
Ceritanya berubah dan kembali menjadi seru serta menyenangkan. Itu terjadi ketika aku mulai tinggal di kost. Awalnya tinggal sendiri, tak lama berselang dua orang teman lain datang dan tinggal bersamaku. Kehidupanpun mulai berubah, aku yang suka jaim kini luwes dengan setiap orang. Hari-hari yang dilewati membuat kami menjadi semakin akrab dan atas nama HIP-HOP, kami membentuk sebuah grup kecil, P.M.C dan mulai mencoba berkarya. Dari home sound P.M.C muncul lagu Rap Yappy Diss, Rintihan Hati, Langkah Pasti dan Hip-Hop On And On diluncurkan. Hitung-hitung itulah single track dan hitscolab kami yang pertama. Hal itu membuat perform kami di kampus menjadi sedikit terangkat (ciieeh). Jadi, jangan heran apabila banyak yang mengklaim bahwa eksistensi mereka di kampus adalah sebagai fans beratnya P.M.C. mulai dari cewek-cewek No Name, Trouble Maker sampai geng cowok pun turut memberikan dukungan pada kami. Tak pelak tiap hari kamar kost pun kabanjiran tamu yang datang dengan berbagai alasan. Ada yang ingin memasak makan siang untuk kami, mencuci piring kotor dan ada yang sampai rela membersihkan kamar tidur dan mencuci semua pakaian kotor kami, ckckckckck. Coba bayangkan, mengapa mereka sampai senekat itu. Aku sendiri sempat merasa sedikit lelah menghadapi P.M.C Fans Club ini. Mereka terlalu fanatik untuk menjadi fans kami (hehehe...Lebay.com githu lho.. ).
Akupun semakin akrab dengan semuanya, khususnya dengan groupis No Name yang salah satu anggotanya adalah Rhy. Awalnya biasa saja, tak ada yang aneh. Rhy dan teman-temannya sering datang atau sekedar mampir di markas hip-hop P.M.C. saling bertukar pikiran, bercerita atau bercanda untuk menghibur diri. Kamipun menjadi semakin akrab. No Name telah menjadi fans sejatinya P.M.C dan akupun semakin senang bergaul dengan mereka. Namun perasaanku berbeda terhadap Rhy. Perasaan yang telah lama tenggelam kini hadir kembali. Dan kurasakan sangat dahsyat. Ingin segera kuungkapkan rasa ini padanya. Namun, kucoba mengurungkan niat ini. Ingin kupastikan apakah Rhy mempunyai perasaan yang sama seperti yang kursakan atau tidak. Ternyata benar, dengan gaya lamanya yang suka menggoda dapat kutangkap signalnya. Tapi dalam hati ini timbul dilema bagaimana tanggapan teman-teman bila tahu kami pacaran, karena sebenarnya persahabatan kami ini sudah seperti saudara.
Selanjutnya bagaimana dengan kisah cinta kami masing-masing, dia ada yang memiliki dan akupun ada yang memiliki. Jarak sudah semakin dekat saat itu dan cara berteman kami  berduapun sudah bisa dibilang pacaran. Pokoknya sangat mesra, ke mana-mana selalu bersama dan kurasa Rhy adalah sosok yang tepat untuk kujadikan kekasih. Akhirnya, di kesunyian dini hari akhir bulan April 2009, ditemani suara jangkrik dan dengkuran teman-teman kami yang terlelap, aku membunuh segala dilema yang ada dalam hati dan nekadku khianati arti persahabat kami dengan kalimat “Aku Mencintaimu Rhyme.”

Malam ini Rhy ada bersamaku
Ia terlelap saat kutulis kembali kisah ini
Kupersembahkan sebaris Puisi indah untuknya
Temani mimpi indahnya malam ini
“Aku mencintaimu, Rhy”


Firmianus Mbete a.k.a O Pell D Rap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar