Selasa, 10 Januari 2012
WATANG PEING
Selasa, 18 Oktober 2011
SKETSA HIDUP
Hari ini kembali lagi ku arungi sekelumit cerca nestapa
Langit enggan bersua
Saat mentari mengecup kening melati
Mata-mata ranting melotot
Saat ku kayuh sepeda melintasi lorong waktu
Nafas ter engah-engah
Jantung menulis puisi
Angin sepoi-sepoi mengajak ku berdiskusi
Bicara dusta dari kelas nista pada sbuah strata
Sampailah pada teras hari ini yang lelah ini
Hidup memang hidup
Hehehehehe
wkwkwkwkwkwk
CINTA MEMANG GOMBAL
Tanpa mu ku merasa sepi hingga tak bertepi dihati
Tanpa mu ku terasa hampa membawa jiwa sungsang tertatih
Untukmu yang ku sayang
Untukmu yang ku cinta dihati
Melihatmu ku terasa bahagia
Hati ku tak mampu untuk berbohong
Apa yang aku dapati dari senyummu
Adalah doa tulus untuk mencintai mu
Kupang
Sabtu, 16 Juli 2011
Cahaya Gelap
Fikiranku melayang tak ada arah
Matapun tak sanggup melihat dunia
Serasa hidupku akan selesai hari ini
Desah nafas terenyak putusi-putus
Tuhan masikah engkau ada ???
DOA
Dalam senandung yang ku buat
Semoga menjadi doa untuk mu
Kuharap kelak kita bisa bersanding
Mengucap kalimat sakral sehidup semati
INA E GO DIKE KARNA MO ADA
Ada serpihan bahagia dalam tangisku untuk mu
Sejuta rentetan kata yang slalu membuatmu tangis bahkan hampir membenci
Menjadi doa tulusmu untukku bisa tersenyum
Jujur dalam skemata fikirku kau adalah sgalanya buatku
Hingga dalam semampai shalawatku
Ku ingin kau menjadi cahaya yang benderang
Terangi setiap pijar hatiku yang meredup
Menjadi embun yang ceria saat menjemput pagi
Hingga dentuman petikan sasando bawaku pada cerita kita
Semanis gula air menyenjukan dahaga musafir kehausan
Mama beta rindu mama pung kasih dan belaian sayangmu
Beta rindu........
Ina e go dike karna month ada
Senyumanmu tak pernah hilang dari ku
Mama.......
Beta ridu belaian kasih sayangmu
Rindu akan hangatnya pelukan cintamu
Engkau jadikan hari-hariku penuh dengan rima keceriaan
Meski terkadang ...
Engkau gadaikan lara dalam nyanyian siti bote gere aring aki taning
Terkadang engkau menibobokanku dalam dolanan wato kada yang keluar dari suara merdu mu
Menjelang subuh senyummu telah kau semaikan diantara asap-asap dapur
Agar aku bisa jadi ama/ina raja
Beta masih ingat peluh yang basahi keningmu
Sengaja kau sembunyikan dalam gulingan jagung yang kau tempa
Titi jagung, kupas kenari agar aku slalu tersenyum
Lulung ohang sampe bema paire agar go jadi mansia
Mama.....
Beta rindu dengan senyuman mama.
By : Fatmawati Nurdin Djou.
MAAF
Angin malam menyapa dalam belaian galau
Adakah suara sungsang bawakan senyum dari mu
Ingin ku sisipkan sedetik dari detak jantung yang berdetak
Bisikan namamu......
Sejuta kata dari hasrat yang terbata-bata
Maafkanlah smua salah yang ku perbuat
Karna engkau jiwaku terhenti sesaat
Arungi langkah
Debu menyapa ku tak sanggup
Ku harap pintu maaf di hatimu tak tertutup
Biar ku bisa hadir
Buang smua resa dalam resah.